KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami
sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Insya Allah tepat pada
waktunya.
Makalah
ini berisikan tentang informasi yang berisikan tentang Dinamika Peradaban
Global. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua
tentang Dinamika Peradaban Global.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.
DAFTAR ISI
v KATA
PENGANTAR ………
i
v DAFTAR
ISI ………
ii
v BAB
I PENDAHULUAN ………
1
1.1 Latar
Belakang ………
1
v BAB
II ISI ………
2
2.1 Dinamika Peradaban Global ………
2
2.2 Problematika Peradaban Pada Kehidupan Manusia ……… 5
BAB II
ISI
DINAMIKA PERADABAN GLOBAL
A. Asal
Mula Munculnya Peradaban Global
Menurut Arnold Y Toynbee, seorang
sejarawan asal Inggris, lahirnya peradaban itu diuraikan dengan
teori challenge and respons. Peradaban itu lahir
sebagai tanggapan (respons) manusia yang dengan segenap daya upaya dan
akalnya menghadapi, menaklukkan, dan mengolah alam sebagai tantangan
(challenge) guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya.
Alam menawarkan sejumlah tantangan dan kemungkinan-kemungkinan. Ada alam yang
tandus atau subur, di pegunungan atau pantai, daerah yang rawan gempa atau yang
tanahnya stabil, dan seterusnya. Jika tantangan alam itu berat maka manusia pun
akan gigih dan berusaha keras dalam menangggapi alam tersebut, begitu pun
sebaliknya. Contoh bangsa Jepang yang terkenal ulet, gigih, dan bekerja keras
karena alamnya yang cukup berat untuk ditaklukkan. Keadaan alam Jepang
bergunung-gunung, sering terjadi gempa, dan lahan. Setiap kali timbul kebutuhan
akan sesuatu, manusia akan berusaha menemukan jalan untuk memperolehnya.
Seluruh perangkat ide, metode, teknik, dan benda material yang digunakan dalam
suatu jangka waktu tertentu dalam suatu tempat tertentu maupun kegiatan untuk
merombak perangkat tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup manusia disebut
teknologi.
Teknologi lahir dan dikembangkan
oleh manusia, dan ilmu untuk menguasai dan memanfaatkan lingkungan sehingga
kebutuhannya dapat terpenuhi. Penerapan teknologi itu bertujuan untuk
memudahkan kerja manusia, agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Alvin
Toffler menganalisis gejala-gejala perubahan dan pembaharuan peradaban
masyarakat akibat majunya ilmu dan teknologi. Dalam bukunya The Third Wave
(1981), ia menyatakan bahwa gelombang perubahan peradaban umat manusia sampai
saat ini telah mengalami tiga gelombang, yaitu:
a. Gelombang I, peradaban teknologi
pertanian berlangsung mulai 800 SM-1500 M.
b. Gelombang II, peradaban teknologi
industri berlangsung mulai 1500 M-1970 M.
c. Gelombang III, peradaban
informasi berlangsung mulai 1970 M- sekarang.
Setiap gelombang peradaban tersebut
dikuasai oleh tingkat teknologi yang digunakan. Gelombang pertama (the first
wave) dikenal dengan revolusi hijau. Dalam gelombang pertama ini manusia
menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. Pertanian terbatas pada
pengelolaan lahan-lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan manusia. Pada
awalnya, manusia berpindah-pindah dalam memanfaatkan lahan untuk mendapatkan
hasil pertanian melalui teknologi pengumpulan hasil hutan. Selanjutnya, mereka
berpindah ke penerapan teknologi pertanian, di mana manusia cenderung bertempat
tinggal di suatu tempat yang kemudian menumbuhkan desa. Gelombang kedua adalah
adanya revolusi industri terutama di negara-negara Barat yang dimulai dengan
revolusi industri di Inggris. Masa gelombang kedua adalah masa revolusi
industri, yaitu kira-kira tahun 1700-1970. Masa ini dimulai dengan penemuan
mesin uap pada tahun 1712. Pada masa itu ditemukan mesin elektro mekanis
raksasa, mesin-mesin bergerak cepat, dan ban jalan. Mesin-mesin tersebut tidak
hanya menggantikan otot-otot manusia, tetapi peradaban industri juga memberi
mesin-mesin tersebut alat-alat panca indra sehingga mesin-mesin dapat mendengar
dan melihat lebih tajam daripada indra manusia, dan dapat
menghasilkan/melahirkan bermacam-macam mesin baru, yang akhirnya dikoordinir
dengan rapi menjadi pabrik. Penggunaan mesin industri, mesin uap, dan mesin
pemintal dalam industri garmen dan industri tambang telah memajukan
kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Eropa.
Gelombang ketiga merupakan revolusi
informasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang memudahkan
manusia untuk berkomunikasi dalam berbagai bidang. Gelombang ketiga terjadi
dengan kemajuan teknologi dalam bidang:
a. Komunikasi dan data prosesing.
b. Penerbangan dan angkasa luar.
c. Energi alternatif dan energi yang
dapat diperbarui.
d. Terjadinya urbanisasi, yang
disebabkan oleh kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi.
Gelombang ketiga ini melahirkan
suatu masyarakat dunia yang dikenal dengan sebutan the global
village (kampung global). Kita sekarang berada pada gelombang ketiga atau
masa revolusi informasi. Diperkirakan era informasi ini akan mencapai puncaknya
pada 10-20 tahun mendatang.
B. Pengertian
Peradaban Global
Secara umum peradaban global dapat
diartikan sebagai perkembangan budaya yang menjadi ciri khas dan milik suatu
masyarakat secara menyeluruh. Peradaban global juga diartikan sebagai sebuah
tahapan tertinggi dari kemajuan budaya (Evolusi Budaya) yang membedakan manusia
yang beradab dengan manusia yang tidak beradab/ biadab.
C. Dampak
Positif Dan Negatif Peradaban Global
Adapun aspek positif globalisasi
antara lain sebagai berikut.
a.
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam
berinteraksi.
b. Kemajuan teknologi komunikasi dan
informasi mempercepat manusia untuk berhubungan dengan manusia lain.
c.
Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi meningkatkan
efisiensi.
Aspek negatif globalisasi antara
lain sebagai berikut.
a. Masuknya nilai budaya luar akan
menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan identitas suatu bangsa.
b. Eksploitasi alam dan sumber daya
lain akan memuncak karena kebutuhan yang makin besar.
c. Dalam bidang ekonomi, berkembang
nilai-nilai konsumerisme dan individual yang menggeser nilai-nilai sosial
masyarakat.
d. Terjadi dehumanisasi, yaitu
derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih banyak menggunakan
mesin-mesin berteknologi tinggi.
PROBLEMATIKA PERADABAN PADA
KEHIDUPAN MANUSIA
Semakin berkembangnya teknologi
terutama pada teknologi komunikasi membuat cakrawala/ ilmu pengetahuan
masyarakat semakin terbuka luas. Teknologi yang seharusnya menjadi penunjang
manusia untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, malah menjadi pengganggu
dalam kehidupan manusia yang justru membelenggu perilaku dan gaya hidup manusia
itu sendiri.
Dengan semakin cepatnya kemajuan
teknologi dan ditopang oleh system social yang kuat membuat teknologi menjadi
pengarah bagi kehidupan manusia, yang berakibat bagi orang-orang yang rendah
kemampuan teknologinya menjadi ketergantungan dan hanya mampu bereaksi terhadap
dampak yang ditimbulkan kemajuan teknologi.
Dampak dari mudahnya akses informasi
ini adalah masuknya kebudayaan luar yang selama ini tidak diketahui masyarakat
yang membuat pergeseran norma di masyarakat dan menyebabkan terjadinya
kompromisme sosial yang membuat hal-hal baru yang masuk dalam masyarakat
diterima karna perubahan norma.
A. Contoh
Problematika Peradaban Pada Kehidupan Manusia
Peradaban adalah sebuah istilah yang
digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap
halus, indah dan maju. Konsep kebudayaan adalah perkembagan kebudayaan yang
telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual,
keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Kebudayaan
bersifat dinamis. Oleh sebab itu ia dapat mengalami perubahan atau pergeseran.
Faktor utama dalam perubahan ini adalah adanya globalisasi.
Globalisasi adalah suatu fenomena
khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan
merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi
dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini.
Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan
berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam
upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Wacana globalisasi
sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.
Globalisasi sebagai fenomena abad
sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa dan masyarakat
internasional. Dengan didukung teknologi komunikasi dan transportasi yang canggih,
dampak globalisasi akan sangat luas dan kompleks. Akibatnya, akan mengubah pola
pikir, sikap, dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat
mengakibatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan
kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, atau secara umum berpengaruh pada
sistem budaya bangsa.
Globalisasi memberi pengaruh dalam
berbagai kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan.
Pengaruh globalisasi terhadap ideologi dan politik adalah akan semakin menguatnya
pengaruh ideologi liberal dalam perpolitikan negara-negara berkembang yang
ditandai menguatnya ide kebebaan dan demokrasi. Pengaruh globalisasi dibidang
politik, antara lain membawa internasionalisasi dan penyebaran pemikiran serta
nilai-nilai demokratis termasuk didalamnya hak asasi manusia.
Pengaruh globalisasi terhadap
ekonomi antara lain menguatnya kapitalisme dan pasar bebas. Hal ini ditunjukkan
dengan semakin tumbuhnya perusahaan-perusahaan transnasional yang beroperasi
tanp mengenal batas-batas negara. Kapitalisme juga menuntut adanya ekonomi
pasar yang lebih bebas untuk mempertinggi asas manfaat, kewiraswastaan,
akumulasi modal, membuat keuntungan, serta manajemen yang rasional..
Pengaruh globalisasi terhadap sosial
budaya akan masuknya nilai-nilai dari peradaban lain. Hal ini berakibat
timbulnya erosi nilai-nilai sosial budaya suatu bangsa yang menjadi jati
dirinya. Pengaruh ini semakin lancar dengan pesatnya media informasi dan
komunikasi, seperti televisi, komputer, satelit, internet, dan sebagainya.
Globalisasi juga memeberikan dampak
terhadap pertahanan dan keamanan negara. Menyebarnya perdagangan dan industri
di seluruh dunia akan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan
dan dapat mengganggu keamanan bangsa.
Problematika peradaban di Indonesia
yang timbul akibat globalisasi diantaranya dapat dilihat dalam bidang bahasa,
kesenian, juga yang terpenting- kehidupan sosial. Akibat perkembangan teknologi
yang begitu pesat, terjadi transkultur dalam kesenian tradisional Indonesia.
Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap
keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian
dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Dengan
teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi banyak
alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih
menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan
televisi,masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat
mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi.
Hal ini menyebabkan terpinggirkannya
kesenian asli Indonesia. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang
Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi
seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang
merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya
akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai
moral yang baik.. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun
1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”.
Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian
tradisional akibat globalisasi.
Kehidupan sosial juga merupakan
salah satu unsur pembentuk peradaban yang banyak dipengaruhi oleh globalisasi.
Dimensi nilai dalam kehidupan yang sebelumnya berdasarkan pada konsep
kolektifisme kini berubah menjadi individualisme. Manusia tidak lagi merasa senasib,
sepenanggungan dengan manusia lainnya (seperti pada zaman perjuangan)
dikarenakan perkembangan teknologi dan informasi menuntut mereka untuk saling
berkompetisi dalam memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mendesak. Hal ini juga
berdampak pada berkurangnya kontak sosial antara sesama manusia dalam konteks
hubungan kemasyarakatan.
Contoh lain adalah kenyataan bahwa
kebutuhan ekonomi semakin meningkat, atau dengan kata lain masyarakat menjadi
lebih konsumtif dan cenderung memiliki gaya hidup hedonis yang lebih suka
bersenang-senang.
Problematika peradaban yang penting
lainnya adalah adanya kemungkinan punahnya suatu bahasa di daerah tertentu
disebabkan penutur bahasanya telah “terkontaminasi” oleh pengaruh globalisasi.
Contoh kasusnya ialah seperti yang terjadi di Sumatera Barat. Di daerah ini
sering kali kita temukan percampuran bahasa (code mixing) yang biasanya
dituturkan oleh anak muda di Sumater Barat, seperti pencampuran Bahasa Betawi
dan Minang dalam percakapan sehari-hari (kama lu?, gak tau gua do,dan
lain-lain). Hal ini jelas mengancam eksistensi bahasa di suatu daerah.
B. Tanggapan Kelompok Kami Tentang Problematika
Peradaban
Globalisasi sebagai fenomena abad
sekarang memberi implikasi yang luas bagi semua bangsa dan masyarakat
internasional. Dengan didukung teknologi komunikasi dan transportasi yang
canggih, dampak globalisasi akan sangat luas dan kompleks. Akibatnya, akan
mengubah pola pikir, sikap, dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan
dapat mengakibatkan perubahan aspek kehidupan yang lain, seperti hubungan
kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, atau secara umum berpengaruh pada
sistem budaya bangsa. Globalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan,
seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan, oleh karena itu kita
harus betul-betul memfilter segala bentuk globalisasi yang tidak lain bertujuan
agar kita dapat mengetahui dampak positif dan dampak negative dari globalisasi
sehingga kita dapat mengambil dampak postifnya saja dan membuang dampak negatifnya.